APA ITU GURU ?

Guru,begitu penting,begitu lekat,begitu dekat dan  lebih mirip Ujung tombak! ketimbang hanya “manusia yang cerdas” dan  berpengalaman” dia begitu Tajam,begitu ramah dan ada yang begitu tegas,bahkan keras! tapi sekali lagi itu adalah Guru.

Apa persoalan yang menyebabkan M.Nuh dalam sebuah sambutannnya mengatakan “Kita harus memajukan segi pendidikan berkarakter”.Ini mungkin memang suatu kalimat yang simple,ditengah gejolak negara yang angka ,kebrutalan Moralnya sudah sangat banyak menurut saya dan ini dibuktikan oleh survey -survey lembaga Korupsi seperti ICW,ataupun survey 2 yang dilakukan mengenai jumlah Angka Kekerasan,angka pengangguran,dan tak pelak lagi yang paling mempengaruhi untuk yang namanya “PENDIDIKAN” memang tanggung jawab moral bagi Semua,namun ini secara Legalitasnya menjadi tanggung jawab Seorang pendidik ,Guru jawabannya.

Mungkin kawan-kawan dan Saudara saudara pernah baca Harian Kompas ,bahwa Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjamin Mutu Pendidikan Syawal Gultom mengatakan, rasio jumlah guru berbanding jumlah peserta didik di Indonesia merupakan yang “termewah” di dunia. Rasio di Indonesia, ungkapnya, sekitar 1:18. Angka tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan negara maju seperti Korea (1:30), atau Jerman (1:20).Akan tetapi, ia mengakui, angka rasio yang “mewah” itu tidak diimbangi dengan sistem pendistribusian yang cukup baik. Menurutnya, kurangnya tenaga guru di berbagai daerah dipicu oleh sistem yang kurang baik dalam pendistribusian guru.

Ketika Jepang terpuruk karena kekalahan perang dunia ke-2, yang ditanyakan kaisar bukanlah berapa prajurit yang masih hidup, tetapi berapa guru yang masih hidup. Inilah yang menjadi kunci sukses jepang sampai saat ini, menjadi negara kecil yang maju. Guru berperan mencerdaskan bangsa yang akan mengubah nasib bangsa ini.

Guru menjadi salah satu komponen dalam pendidikan, ada berbagai tugas dan peran baik itu terkait langsung di sekolah maupun tidak.

 

Ada 7 peran guru menurut WF Connell (1972), yaitu;

(1) pendidik (nurturer)

(2) model

(3) pengajar dan pembimbing

(4) pelajar (learner)

(5) komunikator terhadap masyarakat setempat

(6) pekerja administrasi

(7) kesetiaan terhadap lembaga.

Peran guru yang pertama dan utama adalah sebagai pendidik. Guru menciptakan suasana belajar di kelas yang tidak hanya dibatasi oleh dinding, dengan sebelumnya melaksanakan perencanaan. Guru meneruskan atau  transmisi ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak. Selain itu juga berusaha agar anak mampu untuk menemukan sendiri ilmu pengetahuan itu. Sebagai bekal anak untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Guru sebagai model adalah guru sebagai contoh atau teladan bagi anak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Tentu saja karena model haruslah yang baik, segala tingkah lakunya tidak bertentangan dengan norma dan nilai yang berlaku dimasyarakat. Segala bentuk penyimpangan tidak akan terjadi jika guru, orang tua dan masyarakat mampu memberikan teladan yang baik bagi anak, potensi untuk berbuat yang melanggar norma, aturan itu akan semakin minim.

Guru sebagai pembimbing adalah guru berusaha membimbing anak agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, membimbing anak agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif. Setiap anak memiliki keunikan yang berbeda, sehingga hubungan guru dan anak bisa lebih bersifat lebih dekat, guru harus mampu mengenali kesulitan anak dan mengembangkan setiap potensi dan minat anak.

Proses yang terjadi di kelas bukanlah pengajaran tapi pembelajaran. Konsekuensinya adalah semua yang ada di dalam kelas itu belajar, guru bukan sedang mengisi botol kosong tapi mengajak untuk menemukan sendiri dengan bimbingan guru. Dalam kegiatan  pembelajaran guru senantiasa merefleksi apa yang telah dilakukannya dalam proses belajar. Jika ada hasil belajar  yang  kurang  memuaskan  atau  kondisi kelas dan anak yang tidak sesuai dengan yang diharapkan guru bisa mengadakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menjadikan guru untuk belajar, mempelajari  teori  dan  mencoba  untuk  mempraktekannya untuk memperbaiki hasil belajar anak.

Peranan  guru  sebagai  komunikator  pembangunan  masyarakat. Seorang  guru diharapkan dapat  berperan  aktif  dalam  pembangunan di segala bidang  yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan  kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru bisa menjadi agen perubahan di dalam masyarakat. Sebagai pengagas atau mengkomunikasikan ide-ide untuk pembangunan  masyarakat. Khususnya bagi guru yang bertugas di daerah terpencil yang memang  guru  adalah  satu-satunya profesi yang mampu memberikan pendidikan tidak hanya pada anak tetapi juga masyarakat sekitar.

Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik  dan  pengajar, tetapi juga sebagai  administrator  pada  bidang  pendidikan  dan  pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Administrasi sekolah adalah pengaturan  dan  pendayagunaan  segenap  sumber  daya  sekolah secara efektif dan efisien dalam penyelenggaraan pendidikan  agar  tujuan  pendidikan di sekolah  tercapai secara optimal.

Guru harus setia terhadap lembaga, saat ini banyak guru enggan untuk ditempatkan di daerah terpencil, seharusnya itu tidak terjadi. Guru sebagai profesi yang menekankan pada kesetiaan pada lembaga, loyal pada negara. Seumpama kalau pun ia ditugaskan untuk mendidik anak-anak di ujung  timur  negara ini, seharusnya  ia mematuhinya karena itu juga untuk kepentingan negara ini.

Itulah ketujuh peran guru, tentunya jika semua peran dan tugas itu dilaksanakan dengan sepenuh hati dan tanggung jawab akan  mampu  memberikan perubahan berarti bagi anak dan umumnya bangsa.

25 November diperingati sebagai “Hari Guru” secara internasional, termasuk di Indonesia. Momentum peringatan ini sebaiknya juga digunakan untuk melakukan introspeksi. Ini merupakan  momentum  bagi guru, pahlawan  tanpa  tanda jasa untuk melakukan introspeksi diri tentang peran guru dalam mencerdaskan bangsa.

Guru adalah satu-satunya profesi yang menentukan dalam mengubah nasib bangsa. Hal ini karena  guru bertugas mendidik dan mengajar anak-anak bangsa, mengubah perilaku, membentuk karakter. Sebuah tugas yang sangat fundamental. Kalau bangsa Indonesia ingin melakukan  perbaikan keadaan bangsa Indonesia di masa datang, harapan  itu tertumpang  kepada guru, dan dunia pendidikan.

Guru  yang  profesional lah  yang  bisa mencerdaskan  bangsa  untuk  mengubah nasib bangsa ini. Menurut undang-undang guru dan dosen terdapat beberapa persyaratan seorang guru profesional, baik kualifikasi, ataupun  kompetensi. Seorang  guru  profesional harus berkualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1). Sedangkan dari segi kompetensi, guru profesional harus memiliki empat kompetensi, yaitu : Pendagogik, Sosial, Kepribadian dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s